Rabu, 21 Mei 2014

Softskill


TUGAS SOFTSKILL

           
Description: download.jpg




JESSICA WIJAYA
1EB26 - 2421363


DAFTAR ISI
DAFTAR ISI........................................................................................................... i
BAB I   PENDAHULUAN...................................................................................... 1
BAB II  MATERI.................................................................................................... 2
A.    Portofolio………………………...................................................................... 2
B.     Pasar Modal………………………….............................................................. 3
C.     Forex………………………………………...................................................... 8
D.    Reksadana……………………………......................................................... ....10
E.     IHSG…………………………………………………...................................... 12
F.     Asuransi………………………………………………………………………….12
BAB IV                                                                                                             
KESIMPULAN DAN SARAN       14
A.    Kesimpulan................................................................................................... 14
DAFTAR PUSTAKA........................................................................................... 15












BAB I
PENDAHULUAN

Latar Belakang
Ekonomi merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Seiring perkembangan zaman ,tentu kebutuhan terhadap manusia bertambah oleh karena itu ekonomi secara terus-menerus mengalami pertumbuhan dan perubahan. Perubahan yang secara umum terjadi pada perekonomian yang dialami suatu negara seperti inflasi ,pengangguran , kesempatan kerja, hasil produksi,dan sebagainya. Jika hal ini ditangani dengan tepat maka suatu negara mengalami keadaan ekonomi yang stabil, mempengaruhi kesejahteraan kehidupan penduduk yang ada negara tersebut.
Lalu bagaimanakah dengan negara kita yaitu Indonesia ? Indonesia dari segi ekonomi merupakan negara yang sedang dalam tahap pengembangan untuk menjadi negara maju . Memiliki penduduk yang termasuk padat tidak mudah memang menghadapi berbagai persoalan ekonomi yang terjadi, tentu pemerintah terus berupaya mencari solusi untuk menstabilkan perekonomian di Indonesia .  Dalam kesempatan ini penulis akan menjelaskan tentang kondisi perokonomian Indonesia serta peran dan posisi ekonomi Indonesia di Dunia.














BAB II
MATERI

  1. Portofolio
Financial asset investment (investasi di sektor keuangan) atau sering juga disebut portfolio nvestment (investasi portofolio) adalah komitmen untuk mengikatkan aset pada surat-surat berharga (securities), yang diterbitkan oleh penerbitnya. Penerbit surat berharga ini beragam,mulai dari individu, perusahaan hingga pemerintah.
 Demikian pula dengan jenisnya, sangat beragam, mulai dari yang sederhana seperti utang piutang antar pribadi hingga produk derivative (turunan) yang rumit, seperti future. Sebagai contoh investasi pada sektor keuangan ini, misalnya, kita menabung uang di bank, membeli saham, obligasi atau reksadana.
Ciri-ciri investasi di sektor keuangan yang membedakannya, dengan investasi di sektor real adalah dalam melakukan investasi perantara mutlak diperlukan, kemudian informasi hanya bisa didapat dari prospektus, laporan tahuhan atau proposal.
Dari versi lain mengatakan investasi portofolio (portfolio investment) adalah arus modal internasional dalam bentuk pembelian aset-aset finansial seperti saham, obligasi dan commercial papers  lainnya.  Jenis investasi inilah yang paling cepat menyebar keseluruh penjuru dunia melalui pasar uang dan pasar modal  di pusat-pusat keuangan internasional, seperti New York, London, Paris, Frankfurt, Tokyo, Hongkong dan Singapura.
Perbedaan  utama antara investasi asing langsung dan investasi portofolio adalah sebagai berikut:
a.   investasi asing langsung sebagian besar dilakukan oleh korporasi dan jarang dilakukan oleh individual
b. Kontrol perusahaan multinasional sepenuhnya ada ditangan perusahaan induk, sedangkan investasi portofolio pengelolaan-nya dapat dilakukan oleh manajer-manajer setempat
 Motif Arus modal internasional dari  Investasi portopolio
a.       Mencari return yang lebih tinggi, yaitu sesuai dengan teori H-O, suatu negara akan membeli saham  atau obligasi dari perusahaan yang berada di negara lain yang memberikan pengembalian tertinggi
b.     Difersifikasi resiko, hal ini sesuai dengan portfolio theory, yang menyatakan bahwa investasi di berbagai negara akan menghasilkan return  tertentu dengan resiko yang lebih kecil,atau return yang lebih tinggi dapat dihasilkan dengan risiko tertentu.


  1. PASAR MODAL
Pengertian pasar modal secara umum adalah suatu sistem keuangan yang terorganisasi, termasuk didalamnya adalah bank-bank komersial dan semua lembaga perantara dibidang keuangan, serta keseluruhan surat-surat berharga yang beredar. Dalam arti sempit, pasar modal adalah suatu pasar yang disiapkan guna memperdagangkan saham-saham, obligasi-obligasi, dan jenis surat berharga lainnya dengan memakai jasa para perantara pedagang efek.
Dilihat dari pengertian akan pasar modal diatas, maka jelaslah bahwa pasar modal juga merupakan salah satu cara bagi perusahaan dalam mencari dana dengan menjual harga kepemilikan perusahaan kepada masyarakat.
Sedangkan  berdasarkan undang-undang No 8 tahun 1995, pasar modal didefinisikan sebagai kegiatan yang bersangkutan dengan penawaran umum dan perdangan efek, perusahaan publik yang berkaitan dengan efek yang diterbitkan, serta lembanga dan profesi yang berkaitan dengan Efek.
Para Pelaku dalam Pasar Modal
Para pemain utama yang terlibat di pasar modal dan lembaga penunjang yang terlibat langsung dalam proses transaksi atara pemain utama adalah sebagai berikut:
Emiten : Perusahaan yang akan melakukan penjualan surat-surat berharga atau melakukan emisi di bursa . Dalam melakukan emisi, para emiten memilik berbagai tujuan dan hal ini biasanya sudah tertuang dalam rapat umu pemengang saham (RUPS).
Investor: pemodal yang akan membeli atau menanamkan modalnya di perusahaan yang melakukan emisi.
 Lembaga penunjang: fungsi lembaga penunjang ini antara lain turut serta mendukung beroprasinya pasar modal, sehingga mempermudah bak emiten maupun investor dalam melakukan berbagai kegiatan dengan pasar modal. Lembaga penunjang yang memengang peranan penting di dalam mekanisme pasar modal adalah sebagai berikut:
Penjamin emisi, lembaga yang menjamin terjualnya saham/obligasi sampai batas waktu tertentu dan dapat memperoleh dana yang diinginkan emiten.
Perantara perdagangan efek (pialang), perantaraan dalam jual beli efek, yaitu perantara antara penjual (emiten) dengan  pembeli (investor).
Perdagangan broker
Penanggung (guarantor), lembaga penengah antara pemberi kepercayaan dengan penerima kepercayaan.
Wali amanat, jasa wali amanat diperlukan sebagai wali dari pemberi amanat (investor)
Perusahaan surat berharga, mengkhususkan diri dalam perdangangan surat berharga yang tercatat di bursa efek
Perusahaan pengelola dana , mengelola surat-surat berharga yang akan menguntungkan sesuai dengan keinginan investor.
Kantor administrasi efek, kantor yang membantu para emiten maupun investor dalam rangka memperlancar investasinya.
3.Jenis Pasar Modal
Pasar modal dibedakan menjadi 2 yaitu pasar perdana dan pasar sekunder :
pasar perdana (primary market )
pasar perdana adalah penawaran saham pertama kali dari emiten kepada para pemodal selama waktu yang ditetapkan oleh pihak penerbit sebelum saham tersebut belum diperdagangkan di pasar sekunder. Harga saham di pasar perdana ditentukan oleh penjamin emisi dan perusahaan yang go public berdasarkan analisis fundamental perusahaan yang bersangkutan.
pasar sekunder (secondary market)
pasar sekunder adalah tempat terjadinya transaksi jual-beli saham diantara investor setelah melewati masa penawaran saham di pasar perdana, dalam waktu selambat-lambatnya 90 hari setelah ijin emisi diberikan maka efek tersebut harus dicatatkan di bursa.
Harga saham pasar sekunder berfluktuasi sesuai dengan ekspektasi pasar, pihak yang berwenang adalah pialang, adanya beban komisi untuk penjualan dan pembelian, pemesananya dilakukan melalui anggota bursa,  jangka waktunya tidak terbatas.
fungsi Pasar Modal
fungsi pasar modal adalah tempat bertemunya pihak yang memiliki dana lebih (lender) dengan pihak yang memerlukan dana jangka panjang tersebut (borrower). Pasar modal mempunyai  dua fungsi yaitu fungsi ekonomi dan keuangan.
Fungsi ekonomi, disini pasar modal menyediakan fasilitas untuk memindahkan dana dari lender ke borrower. Dengan menginvestasikan dananya lender mengharapkan adanya imbalan atau return dari penyerahan dana tersebut. Sedangkan bagi borrower,  adanya dana dari luar dapat digunakan untuk usaha pengembangan usahanya tanpa menunggu dana dari hasil operasi perusahaanya.
Fungsi keuangan, cara ini menyediakan dana yang diperlukan oleh borrower dari para lender tanpa harus terlibat langsung dalam kepemilikan aktiva riil.
Trading Forex adalah perdagangan mata uang dari negara yang berbeda satu sama lain. Forex ini adalah singkatan dari Foreign Exchange. Sebagai contoh, di Eropa mata uang beredar disebut Euro (EUR) dan di Amerika Serikat, mata uang yang beredar disebut Dolar AS (USD). Sebuah contoh dari perdagangan forex adalah untuk membeli Euro, sementara secara bersamaan menjual US Dollar. Hal ini disebut akan disingkat EUR / USD. Sementara, yang namanya Pasar Forex adalah pasar tunai non-stop di mana terdapat mata uang negara-negara yang diperdagangkan itu, biasanya melalui broker. Mata uang asing yang terus-menerus dan secara simultan dibeli dan dijual di pasar lokal dan global kemudian mengalami 'kenaikan atau penurunan nilai didasarkan pada pergerakan mata uang. Devisa kondisi pasar dapat berubah sewaktu-waktu dalam menanggapi peristiwa real-time.
  1. Forex
Pasar Forex sering disebut juga pasar valuta asing, ini merupakan pasar yang besar dengan keuangan tumbuh dan liquid (bisa deposit dan dicairkan setiap saat) yang beroperasi 24 jam sehari. Ini bukan pasar dalam arti tradisional karena tidak ada lokasi pusat perdagangan. Sebagian besar perdagangan dilakukan melalui melalui jaringan perdagangan elektronik. Pasar valuta asing memungkinkan perusahaan, bank dan lembaga keuangan lainnya untuk membeli dan menjual mata uang asing, dalam jumlah besar.
Pasar utama untuk mata uang adalah pasar "antar bank" dimana bank-bank, perusahaan besar dan lembaga-lembaga keuangan besar mengelola risiko yang terkait dengan fluktuasi nilai tukar mata uang.
Mata Uang utama yang diperdagangkan dipasar:
  -   Dollar AS (USD)
  -   Yen Jeopang (JPY)
  -    Euro (EUR)
  -  Canadian Dollar (CAD)
  -  Dollar Australia (AUD)
  -  Swiss Franc (CHF)
   - British Pound (GBP)

Pelaku Pasar dalam Transaksi Forex:
Pelanggan, seperti perusahaan multinasional, berpartisipasi dalam pasar forex  karena mereka membutuhkan mata uang asing untuk perdagangan mereka di negara-negara lain. Seperti misalnya, sebuah perusahaan tertentu yang berbasis di Inggris perlu menggunakan pasar valas untuk membeli mata uang yang mereka butuhkan untuk membayar perusahaan mitra mereka di negara lain yang menjual alat-alat berat.
Bank dan institusi keuangan, adalah peserta yang paling aktif di pasar forex. Mereka berurusan dengan lembaga keuangan lainnya untuk meminta nilai tukar asing mereka dan mereka dapat membeli mata uang yang mereka butuhkan di pasar forex. Selain bank sentral dan pemerintah, salah satu pelaku terbesar dalam transaksi forex adalah bank. Interbank market adalah pasar di mana bank2 besar bertransaksi di antara mereka dan menentukan harga mata uang menjadi seperti yg terlihat oleh trader individual seperti kita di layar komputer.
Bank, pada umumnya, bertindak sebagai dealer yang buy/sell mata uang pada  harga bid/ask-nya. Salah satu cara bank-bank ini mendapat uang adalah menjual mata uang dengan harga lebih tinggi daripada yang dia beli kepada nasabahnya. Karena pasar forex tidak terpusat alias decentralized, maka hal yang wajar melihat bank satu dengan bank lainnya punya sedikit perbedaan dalam nilai tukarnya
Broker adalah perusahaan dengan link perangkat lunak komputer atau saluran telepon kepada bank-bank di seluruh dunia. Ini adalah pekerjaan dari broker forex untuk mengetahui bank apa yang memiliki tingkat tertinggi untuk membeli mata uang dan bank apa yang memiliki tingkat terendah untuk menjual mata uang.
Dengan menggunakan broker memungkinkan bagi bank untuk menemukan kesepakatan terbaik yang tersedia di dunia. perusahaan pialang Forex, namun ini tidak berhubungan dengan uang sendiri tetapi hanya biaya komisi untuk jasa mereka.
Pemerintah, adalah pelaku forex yang paling berpengaruh, disamping bank sentral. Di banyak negara, bank sentral merupakan kepanjangan tangan pemerintah dan menjalankan kebijakannya bersama-sama dengan pemerintah. tetapi, beberapa pemerintah merasa semakin independen. Sebuah bank sentral semakin efektif dalam menjalankan tugasnya untuk meningkatkan perekonomian. Terlepas dari seberapa indipendennya sebuah bank sentral, perwakilan pemerintah biasanya secara teratur berkonsultasi dengan perwakilan bank sentral untuk mendiskusikan kebijakan moneter. Jadi, pemerintah dan bank sentral biasanya sudah satu paket dalam hal kebijakan moneter. Bank sentral ini seringkali mengintervensi pasar demi tujuan ekonomi tertentu negaranya.
Pelaku Bisnis, adalah salah satu klien terbesar bank-bank ini, mereka yang terlibat dalam transaksi internasional. Baik pelaku bisnis ini menjual barang ke klien internasional atau membeli barang dari supplier internasional, mereka harus berhadapan dengan volatilitas fluktuasi mata uang. Ketidakpastian menjadi hal yg dibenci oleh manajemen maupun pemilik bisnis. Berhadapan dengan risiko foreign exchange adalah masalah besar bagi perusahaan multinasional. Sebagai contoh: sebuah perusahaan di Jerman memesan peralatan dari pabrik di Jepang yang harus dibayar dalam Yen 1 tahun dari sekarang. Karena nilai tukar dapat berfluktuasi dengan liar sepanjang tahun itu, maka perusahaan Jerman ini tidak akan tahu apakah nantinya akan mengeluarkan Euro lebih banyak atau tidak pada saat pengiriman nanti. Salah satu cara bagi pebisnis untuk mengurangi ketidakpastian karena resiko foreign exchange ini adalah pergi ke spot market dan bertransaksi langsung untuk mata uang asing yang mereka butuhkan. Tetapi, sayangnya pebisnis mungkin tidak punya cukup uang di tangan untuk membuat transaksi spot atau tidak ingin memegang jumlah mata uang asing yg sangat banyak untuk waktu yang lama. Karenanya pebisnis seringkali menerapkan hedging strategy untuk me-lock mata uang tertentu pada posisi harga tertentu untuk keperluan di masa mendatang.
Spekulan, mereka bukannya men-hedging supaya tidak kena pergerakan harga untuk alasan transaksi internasional, spekulan berusaha mendapatkan uang dengan mengambil keuntungan dari fluktuasi harga. Salah satu spekulan yang paling terkenal mungkin George Soros. Milioner yang sangat dikenal untuk spekulasi pada penurunan British Pound yang menghasilkan uang 1.2 milliar dollar kurang dari sebulan! Beberapa pengkritik mengatakan bahwa orang-orang seperti ini bertanggung jawab atas krisis keuangan asia akhir 90-an.
  1. Reksadana
Reksadana adalah wadah dan pola pengelolaan dana/modal bagi sekumpulan investor untuk berinvestasi dalam instrumen-instrumen investasi yang tersedia di Pasar dengan cara membeli unit penyertaan reksadana. Dana ini kemudian dikelola oleh Manajer Investasi (MI) ke dalam portofolio investasi, baik berupa saham, obligasi, pasar uang ataupun efek/sekuriti lainnya.
Menurut Undang-undang Pasar Modal nomor 8 Tahun 1995 pasal 1, ayat (27): “Reksadana adalah wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat Pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan dalam portofolio Efek oleh Manajer Investasi.”
Dari kedua definisi di atas, terdapat tiga unsur penting dalam pengertian Reksadana yaitu:
  1. Reksadana merupakan kumpulan dana dan pemilik (investor).
  2. Diinvestasikan pada efek yang dikenal dengan instrumen investasi.
  3. Reksadana tersebut dikelola oleh manajer investasi.
  4. Reksadana tersebut merupakan instrumen jangka menengah dan pajang
Pada reksadana, manajemen investasi mengelola dana-dana yang ditempatkannya pada surat berharga dan merealisasikan keuntungan ataupun kerugian dan menerima dividen atau bunga yang dibukukannya ke dalam "Nilai Aktiva Bersih" (NAB) reksadana tersebut.
Kekayaan reksadana yang dikelola oleh manajer investasi tersebut wajib untuk disimpan pada bank kustodian yang tidak terafiliasi dengan manajer investasi, dimana bank kustodian inilah yang akan bertindak sebagai tempat penitipan kolektif dan administratur.
Bentuk hukum reksadana
Berdasarkan Undang-undang Pasar Modal Nomor 8 Tahun 1995 pasal 18, ayat (1), bentuk hukum Reksadana di Indonesia ada dua, yakni Reksadana berbentuk Perseroan Terbatas (PT. Reksa Dana) dan Reksadana berbentuk Kontrak Investasi Kolektif (KIK).

Reksa Dana berbentuk Perseroan (PT. Reksa Dana)
suatu perusahaan (perseroan terbatas), yang dari sisi bentuk hukum tidak berbeda dengan perusahaan lainnya. Perbedaan terletak pada jenis usaha, yaitu jenis usaha pengelolaan portofolio investasi.

Kontrak Investasi Kolektif
 kontrak yang dibuat antara Manajer Investasi dan Bank Kustodian yang juga mengikat pemegang Unit Penyertaan sebagai Investor. Melalui kontrak ini Manajer Investasi diberi wewenang untuk mengelola portofolio efek dan Bank Kustodian diberi wewenang untuk melaksanakan penitipan dan administrasi investasi.
Berdasarkan karakteristiknya maka reksadana dapat digolongkan sebagai berikut:
Reksadana Terbuka
 adalah reksadana yang dapat dijual kembali kepada Perusahaan Manajemen Investasi yang menerbitkannya tanpa melalui mekanisme perdagangan di Bursa efek. Harga jualnya biasanya sama dengan Nilai Aktiva Bersihnya. Sebagian besar reksadana yang ada saat ini adalah merupakan reksadana terbuka.
Reksadana Tertutup
 adalah reksadana yang tidak dapat dijual kembali kepada perusahaan manajemen investasi yang menerbitkannya. Unit penyertaan reksadana tertutup hanya dapat dijual kembali kepada investor lain melalui mekanisme perdagangan di Bursa Efek. Harga jualnya bisa diatas atau dibawah Nilai Aktiva Bersihnya.
Jenis-Jenis Reksadana :
 Reksadana Saham.
Reksadana saham adalah reksadana yang melakukan investasi sekurang-kurangnya 80% dari portofolio yang dikelolanya ke dalam efek bersifat ekuitas (saham). Efek saham umumnya memberikan potensi hasil yang lebih tinggi berupa capital gain melalui pertumbuhan harga-harga saham dan deviden. Reksadana saham memberikan potensi pertumbuhan nilai investasi yang paling besar demikian juga dengan risikonnya.
 Reksadana Campuran.
 Reksadana campuran adalah reksadana yang melakukan investasi dalam efek ekuitas dan efek hutang yang perbandingannya tidak termasuk dalam kategori reksadana pendapatan tetap dan reksadana saham. Potensi hasil dan risiko reksadana campuran secara teoritis dapat lebih besar dari reksadana pendapatan tetap namun lebih kecil dari reksadana saham.
 Reksadana Pendapatan Tetap.
Reksadana pendapatan tetap adalah reksadana yang malakukan investasi sekurang-kurangnya 80% dari portofolio yang dikelolanya ke dalam efek bersifat hutang. Risiko investasi yang lebih tinggi dari reksadana pasar uang membuat nilai return bagi reksadana jenis ini juga lebih tinggi tapi tetap lebih rendah daripada reksadana campuran atau saham.

Reksadana Pasar Uang.
Reksadana pasar uang adalah reksadana yang melakukan investasi 100% pada efek pasar uang yaitu efek hutang yang berjangka kurang dari satu tahun. Reksadana pasar uang merupakan reksadana yang memiliki risiko terendah namun juga memberikan return yang terbatas.
Reksadana memiliki beberapa manfaat yang menjadikannya sebagai salah satu alternatif investasi yang menarik antara lain:
1.      Dikelola oleh manajemen profesional
 Pengelolaan portofolio suatu Reksa Dana dilaksanakan oleh Manajer Investasi yang memang mengkhususkan keahliannya dalam hal pengelolaan dana. Peran Manajer Investasi sangat penting mengingat Pemodal individu pada umumnya mempunyai keterbatasan waktu, sehingga tidak dapat melakukan riset secara langsung dalam menganalisa harga efek serta mengakses informasi ke pasar modal.
2.      Diversifikasi investasi
 Diversifikasi atau penyebaran investasi yang terwujud dalam portofolio akan mengurangi risiko (tetapi tidak dapat menghilangkan), karena dana atau kekayaan Reksa Dana diinvestasikan pada berbagai jenis efek sehingga risikonya pun juga tersebar. Dengan kata lain, risikonya tidak sebesar risiko bila seorang membeli satu atau dua jenis saham atau efek secara individu.
3.      Transparansi informasi
Reksa Dana wajib memberikan informasi atas perkembangan portofolionya dan biayanya secara kontinyu sehingga pemegang Unit Penyertaan dapat memantau keuntungannya, biaya, dan risiko setiap saat.Pengelola Reksa Dana wajib mengumumkan Nilai Aktiva Bersih (NAB) nya setiap hari di surat kabar serta menerbitkan laporan keuangan tengah tahunan dan tahunan serta prospektus secara teratur sehingga Investor dapat memonitor perkembangan investasinya secara rutin.

4.      Likuiditas yang tinggi
Agar investasi yang dilakukan berhasil, setiap instrumen investasi harus mempunyai tingkat likuiditas yang cukup tinggi. Dengan demikian, Pemodal dapat mencairkan kembali Unit Penyertaannya setiap saat sesuai ketetapan yang dibuat masing-masing Reksadana sehingga memudahkan investor mengelola kasnya. Reksadana terbuka wajib membeli kembali Unit Penyertaannya sehingga sifatnya sangat likuid.
5.      Biaya Rendah
Karena reksadana merupakan kumpulan dana dari banyak pemodal dan kemudian dikelola secara profesional, maka sejalan dengan besarnya kemampuan untuk melakukan investasi tersebut akan menghasilkan pula efisiensi biaya transaksi.
Biaya transaksi akan menjadi lebih rendah dibandingkan apabila Investor individu melakukan transaksi sendiri di bursa.
Risiko Investasi Reksa Dana
Untuk melakukan investasi Reksa Dana, Investor harus mengenal jenis risiko yang berpotensi timbul apabila membeli Reksadana.
1        Risiko menurunnya NAB (Nilai Aktiva Bersih) Unit Penyertaan
Penurunan ini disebabkan oleh harga pasar dari instrumen investasi yang dimasukkan dalam portofolio Reksadana tersebut mengalami penurunan dibandingkan dari harga pembelian awal. Penyebab penurunan harga pasar portofolio investasi Reksadana bisa disebabkan oleh banyak hal, di antaranya akibat kinerja bursa saham yang memburuk, terjadinya kinerja emiten yang memburuk, situasi politik dan ekonomi yang tidak menentu, dan masih banyak penyebab fundamental lainnya.
2        Risiko Likuiditas
Potensi risiko likuiditas ini bisa saja terjadi apabila pemegang Unit Penyertaan reksadana pada salah satu Manajer Investasi tertentu ternyata melakukan penarikkan dana dalam jumlah yang besar pada hari dan waktu yang sama. Istilahnya, Manajer Investasi tersebut mengalami rush (penarikan dana secara besar-besaran) atas Unit Penyertaan reksadana. Hal ini dapat terjadi apabila ada faktor negatif yang luar biasa sehingga memengaruhi investor reksadana untuk melakukan penjualan kembali Unit Penyertaan reksadana tersebut. Faktor luar biasa tersebut di antaranya berupa situasi politik dan ekonomi yang memburuk, terjadinya penutupan atau kebangkrutan beberapa emiten publik yang saham atau obligasinya menjadi portofolio Reksadana tersebut, serta dilikuidasinya perusahaan Manajer Investasi sebagai pengelola Reksadana tersebut.
3        Risiko Pasar
Risiko Pasar adalah situasi ketika harga instrumen investasi mengalami penurunan yang disebabkan oleh menurunnya kinerja pasar saham atau pasar obligasi secara drastis. Istilah lainnya adalah pasar sedang mengalami kondisi bearish, yaitu harga-harga saham atau instrumen investasi lainnya mengalami penurunan harga yang sangat drastis. Risiko pasar yang terjadi secara tidak langsung akan mengakibatkan NAB (Nilai Aktiva Bersih) yang ada pada Unit Penyertaan Reksadana akan mengalami penurunan juga. Oleh karena itu, apabila ingin membeli jenis Reksadana tertentu, Investor harus bisa memperhatikan tren pasar dari instrumen portofolio Reksadana itu sendiri.
4        Risiko Default
Risiko Default terjadi jika pihak Manajer Investasi tersebut membeli obligasi milik emiten yang mengalami kesulitan keuangan padahal sebelumnya kinerja keuangan perusahaan tersebut masih baik-baik saja sehingga pihak emiten tersebut terpaksa tidak membayar kewajibannya. Risiko ini hendaknya dihindari dengan cara memilih Manajer Investasi yang menerapkan strategi pembelian portofolio investasi secara ketat.
5.Index Harga Saham Gabungan (IHSG)
Halim (2003 : 8), Indeks Harga Saham merupakan ringkasan dari pengaruh simultan dan kompleks dari berbagai macam variabel yang berpengaruh, terutama tentang kejadian-kejadian ekonomi. Bahkan saat ini IHS tidak saja menampung kejadian-kejadian ekonomi, tetapi juga menampung kejadian-kejadian sosial, politik, dan keamanan. Dengan demikian, IHS dapat dijadikan barometer kesehatan ekonomi suatu negara dan sebagai dasar melakukan analisis statistik atas kondisi pasar terakhir (current market).
Sunariyah (2003 : 147), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) adalah suatu rangkaian informasi historis mengenai pergerakan harga saham gabungan, sampai tanggal tertentu dan mencerminkan suatu nilai yang berfungsi sebagai pengukuran kinerja suatu saham gabungan di bursa efek. Menurut Anoraga dan Pakarti (2001 : 101) ISHG merupakan indeks yang menunjukkan pergerakan harga saham secara umum yang tercatat di bursa efek yang menjadi acuan tentang perkembangan kegiatan di pasar modal. ISHG ini bisa digunakan untuk menilai situasi pasar secara umum atau mengukur apakah harga saham mengalami kenaikan atau penurunan. ISHG juga melibatkan seluruh harga saham yang tercatat di bursa.
Return indeks merupakan tingkat keuntungan dari indeks pasar yang akan diterima oleh para investor. Didalam penelitian ini indeks pasar yang digunakan adalah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Return IHSG dapat dihitung dengan formula sebagai berikut (Halim, 2003 : 79) :
Ri = (Pit – Pit-1) / Pit-1
Ket :     Ri            = Return indeks pasar (IHSG)
            Pit           = Indeks pasar (IHSG) pada periode t.
Pit – 1     = Indeks pasar (IHSG) pada periode t -1 (tahun sebelumnya).
Indeks harga saham gabungan (IHSG) yang ada di pasar modal sangat berpengaruh terhadap investasi portofolio yang akan dilakukan oleh para investor. Karena peningkatan keuntungan IHSG akan meningkatkan investasi portofolio yang akan di lakukan oleh para investor untuk menambah penanaman modal pada perusahaan-perusahaan yang terdaftar di bursa efek melalui informasi-informasi yang diterima oleh para investor mengenai sekuritas-sekuritas yang ada di bursa efek dengan melihat tingkat keuntungan yang diharapkan oleh para investor dari tahun ke tahun.
6        Asuransi
ASURANSI adalah salah satu bentuk pengendalian risiko yang dilakukan dengan cara mengalihkan/transfer risiko dari satu pihak ke pihak lain dalam hal ini adalah perusahaan asuransi.
Menurut KUHD pasal 246 disebutkan bahwa "asuransi atau pertanggungan adalah suatu perjanjian dengan mana seorang penanggung mengikatkan diri kepada seorang tertanggung, dengan menerima suatu premi, untuk penggantian kepadanya karena suatu kerusakan atau kehilangan keuntungan yang diharapkan yang mungkin akan dideritanya karena suatu peristiwa yang tidak tentu".
Pengertian asuransi yang lain adalah merupakan suatu pelimpahan risiko dari pihak pertama kepada pihak lain. Dalam pelimpahan dikuasai oleh aturan-aturan hukum dan berlakunya prinsip-prinsip serta ajaran yang secara universal yang dianut oleh pihak pertama maupun pihak lain.
Dari segi ekonomi, asuransi berarti suatu pengumpulan dana yang dapat dipakai untuk menutup atau memberi ganti rugi kepada orang yang mengalami kerugian.
manfaat Asuransi
Disamping sebagai bentuk pengendalian risiko (secara finansial), asuransi juga memiliki berbagai manfaat yang diklasifikasikan ke dalam : fungsi utama, fungsi skunder dan fungsi tambahan.
Fungsi utama asuransi adalah sebagai pengalihan risiko, pengumpulan dana dan premi yang seimbang. Fungsi skunder asuransi adalah untuk merangsang pertumbuhan usaha, mencegah kerugian, pengendalian kerugian, memiliki manfaat sosial dan sebagai tabungan. Sedangkan fungsi tambahan asuransi adalah sebagai investasi dana dan invisible earnings.

Menurut KUHD pasal 246 disebutkan bahwa "asuransi atau pertanggungan adalah suatu perjanjian dengan mana seorang penanggung mengikatkan diri kepada seorang tertanggung, dengan menerima suatu premi, untuk penggantian kepadanya karena suatu kerusakan atau kehilangan keuntungan yang diharapkan yang mungkin akan dideritanya karena suatu peristiwa yang tidak tentu".
Pengertian asuransi yang lain adalah merupakan suatu pelimpahan risiko dari pihak pertama kepada pihak lain. Dalam pelimpahan dikuasai oleh aturan-aturan hukum dan berlakunya prinsip-prinsip serta ajaran yang secara universal yang dianut oleh pihak pertama maupun pihak lain.
Dari segi ekonomi, asuransi berarti suatu pengumpulan dana yang dapat dipakai untuk menutup atau memberi ganti rugi kepada orang yang mengalami kerugian.

Apa itu Risiko?
Pengertian 'risiko' dalam asuransi adalah "ketidakpastian akan terjadinya suatu peristiwa yang dapat menimbulkan kerugian ekonomis".
Apa saja bentuk-bentuk risiko itu?
Bentuk-bentuk risiko antara lain risiko murni, risiko spekulatif, risiko partikular dan risiko fundamental.
Risiko murni adalah risiko yang akibatnya hanya ada 2 macam: rugi atau break even, contohnya pencurian, kecelakaan atau kebakaran.
Risiko spekulatif adalah risiko yang akibatnya ada 3 macam: rugi, untung atau break even, contohnya judi. Risiko partikular adalah risiko yang berasal dari individu dan dampaknya lokal, contohnya pesawat jatuh, tabrakan mobil dan kapal kandas.
Sedangkan risiko fundamental adalah risiko yang bukan berasal dari individu dan dampaknya luas, contohnya angin topan, gempa bumi dan banjir.
Apakah semua risiko dapat diasuransikan?
Tidak semua risiko dapat diasuransikan. Risiko-risiko yang dapat diasuransikan adalah : risiko yang dapat diukur dengan uang, risiko homogen (risiko yang sama dan cukup banyak dijamin oleh asuransi), risiko murni (risiko ini tidak mendatangkan keuntungan), risiko partikular (risiko dari sumber individu), risiko yang terjadi secara tiba-tiba (accidental), insurable interest (tertanggung memiliki kepentingan atas obyek pertanggungan) dan risiko yang tidak bertentangan dengan hukum.













BAB III
Kesimpulan
1.Indonesia merupakan negara dimana pemerintah mempunyai peranan penting untuk memajukan perekonomian.
2.Kondisi perekonomian Indonesia untuk kedepannya diperkirakan terus membaik namun faktor-faktor penghambat masih terus ada.
3.Peran dan posisi perekonomian Indonesia di dunia diharapkan terus meningkat .























Daftar Pustaka










Selasa, 15 April 2014

AKTUALISASI DIRI

Tujuan Hidup saya adalah menjadi wanita karir yang sukses didalam bidang akuntansi untuk membanggakan kedua orang tau saya. Cita – cita saya menjadi wanita karir yang sukses dalam bidang akuntansi. Apakah pendidikan mendukung tujuan hidup ?iya,sangat mendukung karena jurusan akuntansi adalah pilihan saya sendiri bukan karna tuntutan orang tua. Faktor penghabat tujuan dan cita-cita saya Alhamdulillah tidak ada semuaber jalan sesuai sama apa yang saya inginkan. Faktor pedorong tujuan dan cita-cita saya yang pertama adalah Allah Swt yang selalu memberikan kelancaran dan kemudahan dalam hidup saya , yang kedua adalah orang tua saya yang selalu support saya dalam bidang apa pun yang saya pilih. Itu semua yang membuat saya jadi lebih semangat dalam mencapai tujuan hidup untuk membahagiakan beliau dan yang terakhir teman teman saya yang selalu mensupport saya dalam belajar untuk mencapai cita-cita saya. Kelebihan didalam diri saya adalah saya selalu berusaha untuk bisa mencapai apa yang sayainginkan ,saya juga orang tidak suka menunda pekerjaan berlarut-larut, saya juga selalu ingin jadi yang terbaik dari yang baik . Kekurangan didalam diri saya adalah kurang bertanggung jawab ,kurang percaya diri , tidak mudah percaya sama orang lain dan keras kepala.

Selasa, 18 Maret 2014

BISNIS RETAIL Nama : Jessica Wijaya Kelas : 1EB26 NPM : 24213636 DAFTAR ISI DAFTAR ISI........................................................................................................ i BAB I PENDAHULUAN................................................................................. 1 BAB II MATERI................................................................................................. 2 A. Visi dan Misi.................................................................... 2 B. Konteks Lingkungan........................................................ 3 C. Perencanaan Organisasi.................................................... 8 D. Perencanaan Strategis....................................................... 10 E. Proses Perubahan Organisasi dan Inovasi......................................... 12 BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN 14 A. Kesimpulan........................................................................................... 14 B. Saran................................................................................................. 14 DAFTAR PUSTAKA........................................................................................... 15 BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Bisnis ritel saat ini mengalami perkembangan yang pesat, khususnya di Indonesia. Hal ini ditandai dengan makin banyak bermunculan bisnis ritel tradisional yang mulai membenahi diri menjadi bisnis ritel modern maupun bisnis ritel yang baru lahir. Hal ini pun menuntut bisnis ritel untuk mengubah pandangan lama pengelolaan ritel tradisional menjadi pandangan pengelolaan ritel modern. Perkembangan bisnis ritel di Indonesia dewasa ini sedang berkembang amat pesat. Munculnya ritel-ritel dunia di Indonesia makin menyemarakan keberadaan bisnis ini. Kebutuhan dan keinginan konsumen saat ini mengalami perubahan yang drastis, dimana dalam perkembanganya masyarakat menginginkan sarana dan kebutuhannya dekat dengan rumah. Hal inilah yang menyebabkan banyak peritel berusaha untuk membuka banyak gerai di banyak lokasi, demi memenuhi kebutuhan konsumennya. Saat ini telah banyak perusahaan ritel yang melayani konsumen dalam memenuhi kebutuhan konsumen. Berbagai ritel berkembang baik hypermarket, department - store, supermarket,minimarket, grosir, toko, dan sebagainya.Berbagai ritel-ritelminimarket yang berkembang saat ini seperti Carrefour,Alfamart, Indomart, Circle K, Omimart, dan pemain lokal lainnya.Dimana mereka saling bersaing dalam memperebutkan konsumen dengan membuka banyak Cabang. Meskipun dengan lokasi, segmen, dan produk yang hampir sama salah satunya adalah Carrefour salah satu reteil besar yang tak hanya di Indonesia bahkan di dunia pasarnya pun terbilang besar. Pada awalnya Carrefour didirikan olah kelompok supermarket internasional, lokasi kantor Carrefour pertama didirikan di negeri prancis. carrefour Kini Carrefour terus berkembang bahkan Carrefour menjadi salah satu kelompok ritel terbesar di eropa dan kedua terbesar setelah Wal-Mart. Untuk Gerai Carrefour yang pertama dibangun pada 3 Juni, 1957, di Annecy di dekat sebuah persimpangan Carrefour sendiri dalam bahasa prancis yang berarti persimpangan. carrefour ini didirikan oleh Marcel Fournier dan Louis Deforey. Hingga kini, gerai pertama ini adalah gerai Carrefour terkecil di dunia. tidak seperti carrefour lainnya yg karyawannya menggunakan sepatu roda tuk menjelajahi luasnya gerai Carrefour itu sendiri. Carrefour menjadi salah satu pioneer dalam memperkenalkan konsep supermarket, sebuah supermarket besar yg mengabungkan department store ("toko serba ada"). Mereka membuka hypermarket pertamanya pada 1962 di Sainte-Geneviève-des-Bois, dekat Paris, Perancis. dan sekarang total gerainya sekitar 15.000 dgn karyawan sekitar 700.000 di seluruh dunia. Tuk Gerai Carrefour yg berada di Indonesia pertama kali di resmikan pada Oktober 1998 dgn membuka unit pertama di Cempaka Putih, Jakarta. Di Indonesia, Carrefour kini tak kurang dari 41 gerai di sepuluh kota besar di Indonesia, diantaranya Bandung, Bekasi, Bogor, Denpasar, Jakarta, Makassar, Medan, Palembang, Semarang, Surabaya, dan Yogyakarta. BAB II MATERI A. Visi dan Misi Carrefour 1. Visi Carrefour Menjadi paserba terbesar di dunia dan menjadi acuan paserba modern untuk perlindungan kesehatan, kenyamanan konsumen dan lingkungan. Seluruh usaha ditujukan demi kepuasan pelanggan sehingga segala kegiatan usaha Carrefour adalah untuk memenuhi kebutuhan pelanggan yang berubah-ubah baik pilihan produk, kualitas, dan dengan harga yang paling bersaing. Tujuan Carrefour adalah sebagai berikut. a. Menjadi kekuatan internasional yang diperhitungkan pada setiap pasar. b. Terus-menerus berusaha merebut pangsa pasar untuk memperkokoh kemandirian dan citra perusahaan dalam jangka waktu panjang. c. Mengembangkan sinergi saling menguntungkan dengan seluruh mitra bisnis. d. Berusaha menyesuaikan diri dengan lingkungan yang berbeda di setiap negara di mana Carrefour beroperasi. 2. Misi Carrefour Untuk mencapai visi dan tujuan yang telah ditentukan, Carrefour mengarahkan semua kegiatannya dengan berlandaskan aspek kebebasan, tanggung jawab berbagi, menghargai, integritas, solidaritas, dan progres, yang dapat dijabarkan sebagai berikut. a. Menciptakan paserba dengan konsep tempat belanja keluarga. b. Memberikan pilihan dan kualitas ke semua orang. c. Menciptakan harga yang diinginkan konsumen dan penyediaan lokasi yang strategis. d. Membangun kerja sama yang baik dengan para pemasok yang berkualitas. e. Memberikan dukungan yang terbaik bagi para karyawan untuk berkembang dan mencapai potensi maksimal guna memberikan pelayanan yang memuaskan kepada pelanggan. Carrefour juga menerapkan tiga pilar utama yang diyakini dapat membuat Carrefour menjadi pilihan tempat belanja bagi para konsumen. Ketiga pilar tersebut adalah harga yang bersaing, pilihan yang lengkap, dan pelayanan yang memuaskan. B. Konteks Lingkungan Carrefour 1. Lingkungan Eksternal Lingkungan eksternal (external environment) merupakan segala sesuatu yang berada di luar organisasi yang mungkin mempengaruhi organisasi tersebut. Lingkungan eksternal terdiri dari lingkungan umum dan lingkungan tugas. a. Lingkungan Umum Lingkungan umum (general environment) adalah serangkaian dimensi dan kekuatan yang luas yang berada di sekitar organisasi yang menciptakan keseluruhan konteks organisasi. Lingkungan umum Carrefour adalah sebagai berikut. 1) Lingkungan Ekonomi Carrefour sebagai bisnis ritel yang mempunyai cabang di berbagai negara, tentunya akan dipengaruhi oleh keadaan ekonomi di negara-negara tersebut seperti inflasi, tingkat bunga dan tingkat pengangguran. Selain itu, Carrefour juga harus mematuhi kebijakan-kebijakan ekonomi dalam negara di mana Carrefour beroperasi. 2) Lingkungan Budaya Carrefour harus menyesuaikan diri dengan lingkungan budaya masyarakat setempat, dimana Carrefour memiliki tanggung jawab untuk memelihara hubungan dengan para supplier, menyeleksi produk-produk dan menegosiasikan harga, menentukan harga eceran, merekrut para pekerja, negosiasi gaji, pemberian gaji, menentukan promosi yang memungkinkan untuk staff dan memiliki masukan untuk keputusan bonus. 3) Lingkungan Politik dan Hukum Carrefour melakukan beberapa studi kemungkinan (feasibility study) dengan tujuan untuk menganalisis kondisi lokal apakah sesuai dengan kriteria Carrefour. Beberapa hal yang menjadi pertimbangan Carrefour untuk membangun gerai-gerainya di berbagai negara diantaranya kandungan alam terhadap retailing, keterbukaan terhadap investasi asing, stabilitas politik dan inflasi, serta undang-undang keamanan lingkungan dan rintangan bahasa. Carrefour juga harus menyesuaikan diri dengan lingkungan politik dan hukum di negara-negara tersebut untuk menciptakan suatu kondisi kekeluargaan sehingga dapat menyatu dengan kehidupan masyarakat setempat. 4) Lingkungan Internasional Carrefour sebagai suatu usaha bisnis ritel multinasional dan membuka gerai-gerainya hampir di seluruh negara sehingga baik pesaing, pemasok, maupun semua stakeholder dalam Carrefour berasal tidak hanya dari negara pusatnya tetapi juga berasal dari negara-negara dimana gerai-gerai Carrefour didirikan. Dengan demikian, Carrefour merupakan bagian dari pasar internasional. 5) Lingkungan Teknologi Perkembangan teknologi yang semakin pesat juga mempengaruhi proses kegiatan pelayanan Carrefour. Melalui penerapan E-Business, proses bisnis dalam Carrefour terutama dalam hal manajemen rantai pasokan dan manajemen relasi pelanggan menjadi lebih optimal. E-Business ini merupakan penggunaan internet dan teknologi informasi serta jaringan lainnya untuk mendukung e-commerce, komunikasi, dan kolaborasi perusahaan, proses bisnis berbasis web, baik antar komponen dalam perusahaan yang berjejaring maupun antara perusahaan dengan rekan bisnis dan pelanggan. b. Lingkungan Tugas Lingkungan tugas (task environment) adalah organisasi atau kelompok eksternal tertentu yang mempengaruhi suatu organisasi. Lingkungan tugas Carrefour adalah sebagai berikut. 1) Kompetitor Carrefour sebagai perusahaan ritel besar yang memiliki cabang hampir di seluruh dunia tentunya menghadapi persaingan dengan perusahaan-perusahaan ritel yang lain baik perusahaan ritel yang berskala global, maupun perusahaan ritel yang berskala domestik di mana gerai Carrefour beroperasi. Pesaing terberat Carrefour saat ini adalah Wal-Mart yang merupakan perusahaan ritel nomor satu di dunia. 2) Pelanggan Carrefour merupakan tempat belanja keluarga yang cukup diminati. Konsumen Carrefour berasal dari semua lapisan masyarakat. Carrefour menjual barang-barang kebutuhan sehari-hari dengan pelayanan terbaik dan harga bersaing. Dengan konsep paserbanya, Carrefour bertujuan untuk memuaskan setiap konsumennya. 3) Pemasok Barang-barang yang diperjual-belikan berasal dari berbagai macam produsen. Produk-produk yang berasal dari produsen kebanyakan berasal dari perusahaan seperti: Nestle, Danone, Unilever, dan lain-lain. Carrefour juga ikut memasarkan produk-produk dari para pemasok lokal seperti Indofood, Sidomuncul, dan berbagai macam produk hasil pertanian yang berasal langsung dari petani domestik. Selain itu, Carrefour juga menerima pasokan dari produsen yang ingin bekerja sama dengan cara mengirimkan proposal dengan langkah-langkah dan syarat tertentu. 4) Pembuat Aturan Dalam menjalankan usahanya, Carrefour menjual harga barang sesuai harga pasaran yang diregulasikan oleh pemerintah. Selain itu, barang yang dijual merupakan barang yang telah sesuai dengan izin-izin yang berlaku yang telah ditetapkan. Carrefour juga memberikan upah kepada para karyawannya sesuai dengan standar upah yang berlaku. Tetapi dalam suatu kasus tertentu yang berhubungan dengan pemerintah, Carrefour mengalami sedikit permasalahan pada hal tata ruang dan lokasi pasar. 2. Lingkungan Internal Lingkungan internal merupakan segala sesuatu yang berada di dalam organisasi itu sendiri yang mempengaruhi organisasi tersebut. Lingkungan internal Carrefour adalah sebagai berikut. a. Pemilik Saat ini Blue Capital menjadi pemegang saham utama Carrefour dengan menguasai 13,55% saham dari saham keseluruhan. Sedangkan pemegang saham terbesar kedua Carrefour adalah Koor Industries Ltd. dengan menguasai 3,25% saham Carrefour. Namun, karena adanya krisis ekonomi Eropa mengakibatkan Carrefour melakukan divestasi dengan menjual saham-sahamnya di beberapa negara seperti di Indonesia. Kini saham dari Carrefour Indonesia sudah dimiliki 100% oleh perusahaan domestic yaitu Trans Corp. b. Dewan Direksi Pemegang saham Carrefour telah memutuskan dengan cara voting susunan dewan direksi tunggal yang salah satu anggotanya adalah mantan menteri keuangan Perancis. Susunan dewan direksi yang baru ini menggantikan system ganda yang lama yaitu system dewan pengawas dan dewan manajaemen. System dewan direksi tunggal ini memiliki dua belas orang anggota yang dipimpin oleh Amaury de Seze yang merupakan pimpinan dewan pengawas terdahulu. Para pemegang saham juga menyetujui ditempatkannya tiga orang anggota dewan yang berasal dari Blue Capital yang merupakan pemegang saham terbesar Carrefour. Pimpinan dewan manajemen yang lama menjadi Chief Executive Officer dalam susunan struktur yang baru. c. Karyawan Carrefour memiliki karyawan sebanyak 700.000 orang yang tersebar di seluruh dunia dengan penghasilan per karyawan US$ 256.000. Namun, ini tidak cukup membendung aksi mogok dari karyawan-karyawan Carrefour. Tepatnya pada April 2012 sebanyak 65.000 karyawan Perancis mogok sehari menentang gaji rendah, PHK, dan kondisi kerja yang buruk. Begitu juga dengan karyawan di Indonesia yang melakukan demo meminta kontrak kerja yang lebih baik. d. Lingkungan kerja fisik Carrefour tidak menginginkan lokasi yang terbuka, namun di dalam gedung, basements atau ground floor di wilayah-wilayah populasi yang padat dan strategis karena hal tersebut akan mempermudah pelanggan untuk datang berbelanja. C. Perencanaan Organisasi Carrefour Perencanaan (planning) merupakan proses menetapkan suatu tujuan organisasi dan menentukan bagaimana cara terbaik untuk mencapainya. Perencanaan organisasi terdiri dari rencana strategis, rencana taktis, dan rencana operasional. 1. Rencana Strategis Rencana strategis (strategic plan) adalah rencana umum yang mendasari keputusan alokasi sumber daya, prioritas,dan langkah-langkah tindakan yang diperlukan untuk mencapai tujuan strategis. Rencana strategis Carrefour adalah sebagai berikut. a. Menjadi perusahaan ritel terbaik di setiap format untuk menghasilkan pertumbuhan penjualan yang berkelanjutan. b. Menjadi pemimpin di setiap pasar terutama di Perancis, kelompok Negara G4, dan di pasar negara-negara berkembang. c. Meningkatkan organisasi dan operasi Carrefour untuk memastikan efisiensi, efektivitas, dan profitabilitas yang lebih baik. 2. Rencana Taktis Rencana taktis (tactical plan) adalah suatu rencana yang ditujukan untuk mencapai tujuan taktis dan dikembangkan untuk mengimplementasikan bagian tertentu dari suatu rencana strategis. Rencana taktis Carrefour adalah sebagai berikut. a. Merevitalisasi merek Carrefour. b. Menetapkan harga yang bersaing. c. Melakukan inovasi hipermarket. 3. Rencana Operasional Rencana operasional (operational plan) adalah suatu rencana yang menitik beratkan pada pelaksanaan rencana taktis untuk mencapai tujuan operasional. Rencana operasional Carrefour adalah sebagai berikut. a. Memberikan pilihan yang lengkap dan pelayanan yang memuaskan. b. Menetapkan harga di bawah harga pasar. c. Menerapkan inovasi dengan memodernisasi tiap gerai Carrefour. D. Perencanaan Strategis Carrefour Titik awal dalam memformulasikan strategi biasanya adalah analisis SWOT. 1. Analisis SWOT (Sthrenghts, Weakness, Oportunities, threaths) Analisis SWOT adalah evaluasi atas kekuatan dan kelemahan internal suatu organisasi yang dilakukan secara hati-hati dan juga evaluasi atas peluang dan ancaman dari lingkungan. Analisis SWOT dari Carrefour adalah sebagai berikut. a. Sthrenghts Kekuatan Carrefour berada pada positioning-nya harga murah dan barang lengkap, lalu Carrefour selalu berada di tempat yang strategis sehingga mudah dijangkau, tempatnya luas, nyaman dan free parking. Sehingga konsumen datang tanpa membeli pun jadi senang karena tidak perlu membayar parkir. b. Weakness Nama Carrefour sendiri sudah jelek di mata masyarakat karena sejak awal mendirikan cabang di berbagai negara, Carrefour sudah sering dihujani kritik dan kecaman dari berbagai pihak. Kecaman ini dikarenakan lokasi gerai-gerai Carrefour berada di tengah kota, padahal formatnya adalah hipermarket. “Toko Besar” asal Prancis ini dituduh semena-mena terhadap para pemasok dengan menekan harga dan menarik berbagai fee yang membebani. Jadi nama Carrefour sendiri sudah jelek di mata masyarakat. c. Opportunities Wanita memegang peranan penting, karena 80% dari 20 juta pelanggan yang datang dan berbelanja di Carrefour adalah wanita (Carrefour, 2007). Namun jumlah konsumen pria boleh dibilang tidak sedikit dari pada wanita. Karena pria itu praktis, maka pria dapat dipengaruhi dengan produk-produk yang dikemas dengan praktis seperti buah dan daging yang sudah dipotong. Selain itu, pria biasanya adalah tulang punggung keluarga, yang bertugas mencari nafkah, oleh karena itu waktu yang mereka miliki sangat terbatas dan mereka sensitif terhadap harga. Sehingga ini menjadi kesempatan bagi Carrefour yang memiliki positioning murah dan lengkap. Carrefour memainkan kategori harga dengan mudah, seperti menantang pembeli dengan lower price guarantee, mengganti selisih harga jika suatu produk terbukti lebih murah di tempat lain. d. Threaths Perusahaan ritel sekarang menghadapi isu yang kritikal, termasuk tantangan lingkungan, perubahan perilaku konsumen, persaingan dan kondisi ekonomi yang tidak menentu. Hypermart adalah salah satu ancaman bagi Carrefour. Persaingan yang terjadi dengan Hypermart, berebut lahan atau lokasi yang strategis untuk membangun gerai sedang terjadi saat ini. 2. Strategi Tingkat Bisnis Strategi tingkat bisnis (business-level strategy) adalah serangkaian strategi alternatif yang dipilih organisasi pada saat organisasi tersebut berbisnis dalam suatu indrusti atau pasar tertentu. Perusahaan Carrefour adalah perusahaan ritel terbesar kedua setelah Wall-mart, merupakan salah satu contoh perusahaan yang menggunakan strategi keunggulan biaya (Cost Leadership Stategic) khususnya pada supermarketnya. Kelompok Carrefour memperkenalkan konsep hipermarket untuk pertama kalinya, sebuah supermarket besar yang mengombinasikan department store (toko serba ada). Carrefour mengemas perusahaannya dengan kesan mewah, ,meskipun demikian harga-harga yang ditawarkan tidak semahal tampilannya. Carrefour mampu menjual di bawah harga pasar. 3. Strategi Tingkat Korporasi Strategi tingkat korporasi (corporate-level strategy) adalah srangkaian alternatif strategi yang dipilih organisasi pada saat organisasi mengelola operasinya secara simultan di beberapa industri atau beberapa pasar. Carrefour menetapkan strategi tingkat korporasi diversifikasi yang berhubungan. Di mana Carrefour beroperasi sebagai hipermarket sekaligus sebagai grosir. Namun, tidak seperti hipermarket lainnya, Carrefour mendapatkan izin untuk mendirikan gerai-gerainya di pusat kota. Selain itu, Carrefour sebagai grosir, Carrefour memotong mata rantai distribusi yang panjang dari produsen-distributor-pedagang-konsumen menjadi hanya produsen-konsumen sehingga konsumen dapat dengan mudah memperoleh produk yang diinginkan dan perputaran barang menjadi lebih cepat. Karena skala usaha Carrefour setingkat grosir sedangkan kebebasannya berusaha disamakan dengan retail, tentu saja ia memiliki sejumlah advantage. Berdasarkan strategi tersebut, gerak maju Carrefour nyaris tak terbendung. E. Proses Perubahan Organisasi dan Inovasi 1. Proses Perubahan Organisasi Carrefour Penerapan IT dalam manajemen rantai pasokan yang secara mendasar menghubungkan antar proses bisnis sedemikian sehingga antara pemasok, pelanggan, dan rekanan bisnis terhubung dalam suatu jaringan dengan menggunakan perangkat lunak infolog. Penggunaan perangkat lunak infolog sebagai sebuah cross functional inter-enterprise system telah mengubah tatanan proses supply chain management di Carrefour. Salah satu yang cukup signifikan terlihat adalah munculnya distribution center sebagai pusat penerimaan barang dari seluruh pemasok Carrefour. Pemasok tidak lagi harus mengantar barang yang akan dijual ke masing-masing gerai, namun cukup mengirimkannya ke distribution center baru kemudian akan dikirimkan ke masing-masing gerai Carrefour sesuai dengan jumlah unit yang dibutuhkan. Sistem yang digunakan bersifat just in time dan disebut cross dock. 2. Proses Inovasi Carrefour Carrefour melakukan modernisasi outlet Carrefour yang ada kemudian disesuaikan dengan gaya hidup konsumen di lingkungan sekitar. Carrefour juga menawarkan konsep belanja baru yang nyaman, modern dan berkualitas, dengan menawarkan produk yang lengkap dari kebutuhan sehari-hari, makanan cepat saji, fashion hingga barang elektronik dengan harga yang kompetitif. Peningkatan efisiensi dan tingkat kepuasan pelanggan dengan lebih baik juga dilakukan oleh Carrefour dengan berinvestasi lebih serius di bidang IT yaitu dengan menerapkan E-Business secara lebih menyeluruh. Langkah ini sudah dimulai juga dengan adanya kartu belanja Carrefour yang dari sisi E-Business merupakan perangkat untuk membangun relasi yang lebih baik dan lebih dekat dengan pelanggan. BAB III KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Carrefour merupakan bisnis ritel terbesar kedua di dunia yang memiliki cabang hampir di seluruh negara. Dengan berlandaskan konsep tiga pilar utamanya yaitu harga yang bersaing, pilihan yang lengkap, dan pelayanan yang memuaskan serta menerapkan strategi keunggulan biaya, Carrefour yakin dapat menjadi acuan paserba modern untuk perlindungan kesehatan, kenyamanan konsumen dan lingkungan. Untuk dapat bertahan dalam persaingan pasar global, Carrefour terus melakukan perubahan dan inovasi diantaranya dengan menggunakan perangkat lunak infolog sebagai sebuah cross functional inter-enterprise system yang mengubah tatanan proses supply chain management di Carrefour menjadi lebih efisien sehingga perputaran barang lebih cepat. Selain itu, Carrefour melakukan inovasi dengan modernisasi outlet Carrefour yang ada kemudian disesuaikan dengan gaya hidup konsumen di lingkungan sekitar. Carrefour juga menerapkan sistem E-Business untuk membangun relasi yang lebih baik dan lebih dekat dengan pelanggan. DAFTAR PUSTAKA http://www.carrefour.co.id/ http://id.wikipedia.org/wiki/Carrefour http://www.slideshare.net/benjaminperraut/carrefour-logistic-management http://m.merdeka.com/uang/carrefour-kami-bukan-musuh-pasar-tradisional.html http://www.bisnis.com/articles/carrefour-hengkang-chairul-tanjung-bakal-akuisisi-100-percent-saham-carrefour-indonesia http://wartaekonomi.co.id/berita6081/carrefour-lalui-serial-krisis-ke-krisis-global-bagian-i.html http://wartaekonomi.co.id/berita6082/carrefour-lalui-serial-krisis-ke-krisis-global-bagian-ii.html http://wartaekonomi.co.id/berita6083/carrefour-lalui-serial-krisis-ke-krisis-global-bagian-iii.html http://m.bisnis.com/articles/market-...uire-carrefour http://bahribux.blogspot.com/2010/10/monopoli-carrefour.html#ixzz2DzguDVUp http://historyofbusiness.blogspot.com/2009/09/history-of-carrefour.html&ei=25y8UPyOHbC4iAfWsYDoBg